Jumat, 05 Oktober 2018

Seharusnya Kita Memang Begini, kan?



Sekali lagi, tak apa aku masih mempertahankan kita.. Sebenernya bisa aja aku benar benar menyerah, bisa aja kita benar benar selesai kalau kau tak datang menemuiku hari itu, memang benar hari ulangtahunmu, mungkin memang udah jalan-Nya kan.. trimakasih sudah kembali..

Memang seharusnya kita seperti ini kan?, senang rasanya liat senyummu seperti biasa, ah ternyata kamu masih tetep manja ya cunongkuu, masih seperti biasa, saat kau merengek ingin tidur dipangkuanku dengaan caramu, sambil mengelus rambut dan pipimu dalam hati aku bersyukur, bersyukur banget tuhan udah mengabulkan doaku satu per satu, kau masih sama manjamu yang makan maunya disuapin, apa apa maunya disiapin, kalo tidur hobinya meluk, dimobil maunya dipeluk, aku punya tempat tersendiri untuk meletakkan tanganku disisi pinggang kananmu, masih milikku.. aku suka bau nafasmu, aku suka suara ngorokmu haha hal hal konyol yang sering kau buat..
Semuanya.. aku suka.. aku masih suka...


Aku benar kan? Kita diuji karena mampu bertambah kuat. Bukan sebaliknya..
Aku terbiasa merekam tingkahmu, ketika kau makan; ketikakau tertawa; ketika kau tidur; ketika kau menggodaku dengan tingkah konyolmu. Untuk apa? Untuk kita kenang jika kelak kita sudah tua.. 

Im tryna to fix us… semoga baik baik saja, baik baik teruss…